Sebuah cerita, ketika seorang tua renta berpesan pada seorang pendaki yang masih muda dan sangat energik: "jika dirimu ingin sampai ke puncak gunung, tidak ada jalan yang rata dan mudah, rintangan bebatuan dan semak belukar berduri harus kamu lewati, bahkan kadang jurang menghadang dan jalan buntu harus kamu hadapi. selama keinginanmu untuk mencapai puncak itu tetap tidak goyah, hadapi semua rintangan! hadapi semua tantangan yang ada! jalani langkahmu setapak demi setapak, dirimu pasti akan berhasil mencapai puncak gunung itu seperti yang kamu inginkan! dan nikmatilah pemandangan yang luar biasa dari puncak gunung! apakah dirimu mengerti?"
Dengan takjub si pemuda mendengar semua ucapan si orang tua renta itu, sambil tersenyum gembira dia menjawab "saya mengerti kek, saya mengerti, trima kasih, saya siap menghadapi selangkah demi selangkah, setiap rintangan dan tantangan yang ada, tekad saya smakin mantap untuk mendaki lagi sampai puncak gunung ini."
Dengan senyum puas orang tua renta itu berkata: "anak muda, aku percaya kamu pasti bisa mencapai puncak gunung itu, selamat berjuang!!!
Tidak ada jalan yang rata untuk sukses!
Sama seperti gambaran proses pencapaian mendaki puncak gunung tadi. untuk meraih sukses seperti yang kita inginkan, tidak ada jalan yang rata! tidak ada jalan pintas! sewaktu-waktu rintangan, kesulitan, dan kegagalan bisa datang menghadang.
Kalau mental kita lemah, takut tantangan, tidak yakin pada diri sendiri, maka apa yang kita inginkan pasti akan kandas ditengah jalan.
Hanya dengan mental dan tekad kuat, mempunyai komitmen untuk tetap berjuang, barulah kita bisa menapak di puncak kesuksesan.
Ada rekan-rekan disekitar kita yang perlu dibantu untuk mengenali dan mengembangkan kekuatan, potensi diri serta kelebihannya, dan disanalah peran kepedulian kita sebagai cermin bagi sesama sangat dibutuhkan.
mari kita sambut hari baru ini dengan membagikan semangat untuk sesama kita.
Mari jadikan setiap saat untuk menjadi dan membagikan inspirasi bagi orang lain.
Saturday, November 17, 2012
Saturday, November 3, 2012
Mawas Diri
Sendiri
duduk dalam remang cahaya tak bertepi...
Sederhana tapi indah dan berwarna dari sebuah rumah tua...
Termenung dalam gelitikan ribuan pohon yang terhempas angin malam...
Tertawa dalam raut kepedihan menahan sebuah perih dunia...
Aroma lumpur sisa hujan menegaskan bahwa jiwa masih ada...
Angan berlari bersama angin mengintari gundukan bebatuan...
Berimajinasi akan sebuah angan menjadi sebuah harapan...
Bercermin dalam secangkir kopi walau tak nampak sebuah bayang kehidupan...
Bercengkrama dengan kesunyian membiarkan raga sendiri...
Untuk intropeksi tanpa harus ada pertanyaan dari sebuah intrograsi...
Untuk bagaimana menyadari kebodohan jiwa...
Sederhana tapi indah dan berwarna dari sebuah rumah tua...
Termenung dalam gelitikan ribuan pohon yang terhempas angin malam...
Tertawa dalam raut kepedihan menahan sebuah perih dunia...
Aroma lumpur sisa hujan menegaskan bahwa jiwa masih ada...
Angan berlari bersama angin mengintari gundukan bebatuan...
Berimajinasi akan sebuah angan menjadi sebuah harapan...
Bercermin dalam secangkir kopi walau tak nampak sebuah bayang kehidupan...
Bercengkrama dengan kesunyian membiarkan raga sendiri...
Untuk intropeksi tanpa harus ada pertanyaan dari sebuah intrograsi...
Untuk bagaimana menyadari kebodohan jiwa...
Monday, October 29, 2012
Sang Pendaki
cerita dari sang pengelana muda yang bisa ku cerna...
hidup adalah pendakian penuh perjuangan dan pengorbanan...
tidak ada jalan lurus cepat dan mulus tanpa fulus...
onak duri merintangi dan membentengi bila tanpa koneksi...
berliku berdebu berbatu penuh rintangan dan halangan...
bahkan jurang kematian kadang didepan menghadang...
namun...
jangan ragu jangan menyerah dan jangan hanya pasrah...
jalani nikmati jangan berhenti meski tanpa materi dan koneksi...
hidup adalah pendakian penuh perjuangan dan pengorbanan...
tidak ada jalan lurus cepat dan mulus tanpa fulus...
onak duri merintangi dan membentengi bila tanpa koneksi...
berliku berdebu berbatu penuh rintangan dan halangan...
bahkan jurang kematian kadang didepan menghadang...
namun...
jangan ragu jangan menyerah dan jangan hanya pasrah...
jalani nikmati jangan berhenti meski tanpa materi dan koneksi...
tetap tulus tanpa fulus walau kurus agar kita bisa lulus...
yakinlah gunung memiliki puncak yang indah...
yakinlah gunung memiliki puncak yang indah...
Wednesday, October 24, 2012
Harapan
Kini kita masih diberi kembali kesempatan...
memunguti rempah-rempah kenikmatan...
pahit dan getir adalah bumbu pemanis kehidupan...
dengan secercah harapan menuju kebahagiaan...
yakinkan kemarin harus lebih buruk dari hari ini dan masa depan...
memunguti rempah-rempah kenikmatan...
pahit dan getir adalah bumbu pemanis kehidupan...
dengan secercah harapan menuju kebahagiaan...
yakinkan kemarin harus lebih buruk dari hari ini dan masa depan...
Wednesday, October 10, 2012
Pasrah
Ketika rasa kecewa sudah terlalu parah,
Mungkin butuh waktu lama jika semua itu harus tergurah,
Terhadap keadaan ini sedikit bisa pasrah,
Karena berada di antara maaf dan amarah,
Memang masih cinta dan tak mungkin berganti arah,
Dan sampai kini masih dalam raga dan mengalir dalam darah,
Namun kecewa tetap betah dan kadang kesempatan selalu menjarah,
Rasa kecewa ini terasa lelah dan membuat gelisah,
Mungkin butuh waktu lama jika semua itu harus tergurah,
Terhadap keadaan ini sedikit bisa pasrah,
Karena berada di antara maaf dan amarah,
Memang masih cinta dan tak mungkin berganti arah,
Dan sampai kini masih dalam raga dan mengalir dalam darah,
Namun kecewa tetap betah dan kadang kesempatan selalu menjarah,
Rasa kecewa ini terasa lelah dan membuat gelisah,
Karena tak habis pikir hingga perasaan terus diperah,
Seperti duri pada mawar merah,
Memang terlihat indah,
Namun telah membuat hati pecah,
Memang salah tapi kondisi memang selalu berubah,
Dan seolah menganggap pengorbanan murah...
Seperti duri pada mawar merah,
Memang terlihat indah,
Namun telah membuat hati pecah,
Memang salah tapi kondisi memang selalu berubah,
Dan seolah menganggap pengorbanan murah...
Saturday, October 6, 2012
hujan
Lucu menatap aroma kopi senja ini lagi cemburu
pada wangi tanah basah sisa hujan,
begitu banyak perajut awan melepas rindu pada tangisan awan,
terdengar riuh hujan diluar berkelakar,
tapi hatiku tak begeming tanpa gusar,
meskipun menyaksikan hujan dijatuhkan dan menelusup diantara akar
begitu banyak perajut awan melepas rindu pada tangisan awan,
terdengar riuh hujan diluar berkelakar,
tapi hatiku tak begeming tanpa gusar,
meskipun menyaksikan hujan dijatuhkan dan menelusup diantara akar
Sunday, September 16, 2012
ANDA ADALAH MANUSIA GENIUS ....
Setelah
membaca judul tulisan ini, coba Anda merenung sebentar. Lihat, cermati, rasakan
dan ingat kembali apa yang seketika muncul dalam pikiran Anda ketika membaca
judul tersebut. Apakah Anda merasa kaget dan sedikit mengerutkan dahi ? Apakah
Anda menjadi tertarik dan itu kemudian membangkitkan rasa keingintahuan Anda ?
Atau mungkin, seketika itu juga dalam pikiran Anda muncul pernyataan bantahan
"Omong kosong apalagi ini ?"
Tidak
semua mungkin dari Anda bereaksi seperti yang saya sebutkan tadi ketika membaca
judul tulisan ini, tetapi saya berani bertaruh (seandainya boleh) bahwa
sebagian besar dari Anda akan bereaksi seperti yang saya sebutkan tadi atau
minimal senada lah dengan itu. Jujur saja yah.... hehehehe nggak usah ngebantah
deh...
Nah, apa
artinya ini ? Sederhana saja jawabannya. Artinya banyak dari kita tidak percaya
bahwa diri kita atau semua yang namanya manusia itu genius. Genius disini tidak
berarti Anda harus mampu menghafal banyak hal dan mampu menyebutkannya dengan
fasih. Dan genius itu juga tidak berarti bahwa di belakang nama Anda harus ada
sederet titel, ataupun Anda harus terlebih dahulu mendapatkan pengakuan resmi
dari lembaga-lembaga tertentu. Hehehehehe... Tidak, tidak seperti itu maksudnya.
Genius itu adalah kemampuan untuk memahami sesuatu dengan baik dan jelas, dan kemampuan
ini muncul karena adanya kemauan untuk melihat segala sesuatu dari semua sisi
sehingga menghasilkan pemahaman yang benar-benar utuh. Sesuatu yang saya
maksudkan disini artinya adalah apa pun. Yup, apa pun, segala sesuatu baik yang
berbentuk ataupun tidak berbentuk. Jadi tidak terbatas pada satu atau dua hal
saja.
Nah,
ketika kita memiliki pemahaman yang benar-benar utuh tentang sesuatu karena
kita sudah melihatnya dari spektrum yang luas maka akan sangat mudah bagi kita
untuk mengerti apa dan bagaimana sesuatu itu. Sehingga ketika kita melihat,
mengalami atau merasakan sesuatu, kita jadi mengerti dan memahami apa yang kita
lihat, apa yang kita alami atau apa yang kita rasakan tersebut. Dan ketika kita
mengerti dan paham maka semuanya akan menjadi mudah dan jelas bagi kita.
Ok,
ilustrasi sederhananya begini deh... Anda pasti pernah mendengar atau membaca
cerita tentang lima orang buta yang bertengkar dan bersitegang satu sama lain
bahkan masing-masing sudah menghunus senjata-senjata andalannya (konon kelima
orang buta ini ahli silat juga) ketika mereka saling mencoba menjelaskan
tentang sosok seekor gajah yang baru pertama kali mereka jumpai. Orang buta
yang pertama bersikukuh bahwa gajah itu bentuknya bulat, panjang, ujungnya
berlubang dan berlendir (please jangan ngeres yah!). Orang buta yang kedua
berteriak bahwa gajah itu bentuknya pipih dan lebar. Yang ketiga membantah
bahwa gajah itu panjang, bulat dan ada bulunya (wah.. pasti pikiran Anda sudah
macam-macam neh..). Yang keempat malah bilang gajah itu bulat, runcing dan
keras. Dan yang kelima malah bilang gajah itu bulat dan besar.
Salah
nggak kelima orang buta ini ? TIDAK.. apa yang mereka ungkapkan adalah benar. Saya
menyebutkan benar karena bagaimanapun juga mereka melihat dari sisi pandang
mereka berdasarkan fakta dan kenyataan yang mereka temui, karena mereka buta
yah berarti faktanya berdasarkan apa yang bisa mereka rasakan saja... Tetapi,
seandainya mereka sedikit saja mau mendengarkan pendapat teman-teman mereka
yang lain tanpa saling merasa bahwa pendapatnya lah yang benar dan pendapat orang
lain adalah salah maka perdebatan dan pertengkaran tersebut tidak akan terjadi.
Bahkan dengan menggabungkan seluruh pendapat masing-masing mereka malahan akan
mendapatkan sebuah gambaran yang lebih lengkap tentang sosok gajah yang mereka
perdebatkan. Atau jika saja mereka mau untuk melihat dan memahami bagaimana
teman mereka tersebut sampai memiliki pendapat yang berbeda dengan mencoba
melakukan apa yang teman mereka tersebut lakukan, yaitu dengan memegang bagian
tubuh gajah yang mereka pegang sehingga mereka bisa saling memahami mengapa
teman mereka berpendapat begini atau begitu, maka mereka masing-masing akan
memiliki pemahaman yang jauh lebih baik tentang gajah.
Jadi
Genius itu hanyalah masalah mau dan tidak mau saja bagi manusia. Genius bukan
soal otak, genius bukan soal keturunan dan lain sebagainya. Siapapun Anda,
selama Anda masih keturunan manusia dan bukan berasal dari kera yang berjalan
tegak maka Anda terlahir dengan kemampuan yang sama secara fisik. Potensi kita
sebagai manusia sama besarnya satu sama lain. Kita terlahir untuk menjadi sang genius.
Tuhan sudah menciptakan dan memproklamirkan kita sebagai ciptaan-Nya yang
paling sempurna. Sempurna kata Tuhan jauh dari pengertian sempurna yang bisa
kita bayangkan. Nah, yang membuat kita terlihat memiliki kemampuan lebih atau
kurang dari manusia lainnya hanyalah terletak pada soal mau dan nggak mau saja.
Anda mungkin
terkagum-kagum dengan Albert Einstein, Picasso, Mozart dan lain sebagainya yang
kebanyakan orang menganggapnya sebagai manusia-manusia genius karena ahli dalam
bidangnya masing-masing. Dan maaf-maaf saja saya tidak pernah menganggap mereka
genius karena hal-hal tersebut. Sama sekali tidak. Apa yang mereka capai adalah
hal biasa saja, Anda, saya dan seluruh manusia dari bangsa manapun bisa
melakukan apa yang mereka lakukan karena kita sebagai manusia memang sudah
dipersiapkan untuk bisa seperti itu.Top of Form
Subscribe to:
Posts (Atom)